Bitcoin, seperti yang diminta oleh pelaku peledakan bom di Mal Alam Sutera, Leopard Wisnu Kumala, mulai dilirik karena ada unsur anonimitasnya. Namun demikian, pengguna mata uang cyber ini tetap masih bisa dilacak.
Seperti ramai diberitakan, motif dari kasus peledakan bom di Mal Alam Sutera ini adalah pemerasan. Leopard mengancam pihak manajemen mal dan meminta bayaran sebanyak 100 Bitcoin.
Setelah bom tersebut meledak, pelaku kemudian mengirim email pemerasan kepada manajemen mal yang berisi permintaan untuk mentransfer sejumlah dana lewat Bitcoin. Pihak mal pun memberinya 0,25 Bitcoin. Dari situ, Leopard akhirnya tertangkap oleh pihak yang berwajib.
"Walaupun pelaku mengirimkan email secara anonymous, tetapi tetap bisa terlacak dari alamat IP yang digunakan sehingga pelaku bisa tertangkap,” terang Pratama Persadha, Ketua lembaga riset keamanan cyber CISSReC kepada detikINET, Jumat (30/10/2015).
Menurutnya, banyak orang yang tertarik menggunakan Bitcoin karena nilai tukarnya yang tinggi. Beberapa toko online juga sudah ada yang menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran.
Bitcoin sendiri adalah mata uang digital yang bisa digunakan untuk transaksi di internet. Di beberapa negara di luar negeri, Bitcoin ini sudah bisa ditukar secara langsung dengan uang tunai.
“Ada unsur anonymity dalam penggunaan Bitcoin. Para penjahat ataupun organisasi kriminal banyak yang memakai Bitcoin untuk melakukan modus operandinya sekaligus juga sebagai money laundry,"
ucap Pratama.


Baca Juga
Apa Itu Bitcoin
Yang Wajib Di Ketahui Tentang Bitcoin
Kelebihan Mata Uang Digital Bitcoin Bayar Kuliah Dengan Bitcoin
Bitcoin Apakah Scams

Keuntungan Manfaat Menjalankan Bisnis Online
 

Detik